Kabar

Jejak Majalah Pesantren di Tasikmalaya: Tradisi Literasi Islam pada Awal Abad ke-20

×

Jejak Majalah Pesantren di Tasikmalaya: Tradisi Literasi Islam pada Awal Abad ke-20

Sebarkan artikel ini

Perkembangan pesantren di Tasikmalaya pada awal abad ke-20 tidak hanya ditandai oleh tumbuhnya lembaga pendidikan Islam, tetapi juga oleh lahirnya tradisi literasi melalui media cetak. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan dakwah, para ulama memanfaatkan majalah sebagai sarana menyebarkan pemikiran keagamaan, memperkuat jaringan antarpesantren, sekaligus merespons dinamika sosial pada masa kolonial.

Penelitian sejarah pers menunjukkan bahwa antara tahun 1900–1942 terbit sekitar empat belas surat kabar dan dua majalah di Tasikmalaya. Dua majalah yang paling berpengaruh adalah Al-Imtisal dan Al-Mawaidz, yang secara khusus mengangkat persoalan agama Islam, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, sejumlah media lain seperti Al-Moechtar, Al-Idhar, dan Al-I’tisom juga dikenal sebagai bagian dari tradisi pers Islam yang berkembang di lingkungan ulama dan pesantren Tasikmalaya.

Di antara berbagai penerbitan tersebut, Al-Imtisal menempati posisi yang sangat penting dalam sejarah intelektual Islam di Jawa Barat. Diterbitkan sejak 1925 oleh Persatuan Guru Ngaji (PGN) Tasikmalaya, majalah ini menggunakan bahasa Sunda dengan huruf Latin sehingga dapat menjangkau pembaca yang lebih luas. Rubrik-rubriknya meliputi tafsir Al-Qur’an, hadis, fikih, akhlak, sejarah Islam, hingga tanya jawab keagamaan. Dewan redaksinya terdiri atas para ulama terkemuka Priangan Timur, seperti R.H.M. Saleh (Mama Babakan Sumedang), H.M. Soedja’i (Mama Kudang), H.M. Pachroerodji, dan sejumlah ajengan lainnya. Kehadiran Al-Imtisal menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya pusat transmisi ilmu melalui pengajian, tetapi juga pelopor budaya menulis dan menerbitkan gagasan dalam bentuk media cetak.

Tradisi tersebut kemudian diperkuat oleh terbitnya Al-Mawaidz pada Agustus 1933 sebagai majalah resmi Nahdlatul Ulama Cabang Tasikmalaya. Terbit mingguan setiap hari Selasa, majalah ini dipimpin oleh Soetisna Sendjaja dengan dukungan para ulama besar seperti KH Moh. Fadhli, KH Syabandi, KH Ruhiat Cipasung, KH Ahmad Qolyubi, dan sejumlah kiai lainnya. Selain membahas persoalan fikih dan akidah, Al-Mawaidz juga memuat berita organisasi, perkembangan dunia Islam, pendidikan, hingga isu-isu internasional. Kehadiran majalah ini memperlihatkan bagaimana jaringan pesantren Tasikmalaya telah memiliki orientasi intelektual yang luas dan menjadikan media cetak sebagai instrumen dakwah sekaligus pembentukan opini publik Muslim di Jawa Barat.

Warisan majalah-majalah tersebut menjadi bukti bahwa Tasikmalaya merupakan salah satu pusat perkembangan pers Islam di Tatar Sunda pada masa kolonial. Meskipun sebagian besar eksemplarnya kini hanya tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia maupun koleksi arsip yang terbatas, pengaruhnya tetap terasa dalam sejarah pendidikan Islam Indonesia. Melalui halaman-halaman yang dicetak hampir seabad lalu, para ulama Tasikmalaya berhasil membangun ruang dialog keilmuan, memperkuat identitas Islam Sunda, dan meletakkan dasar tradisi literasi pesantren yang terus berkembang hingga sekarang. Karena itu, sejarah majalah pesantren di Tasikmalaya tidak hanya penting bagi kajian pers nasional, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah intelektual Islam Indonesia.

Daftar Referensi

  1. Falah, M. (2012). Pers di Kota Tasikmalaya, 1900–1942. Sosiohumaniora, 14(2), 116–131. DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5483.
  2. Abdullah Alawi. (2018). Al-Mawaidz, Majalah NU Tasik untuk Jawa Barat. NU Online.
  3. Akmaludin, F. M. I. (2023). Polemik Penggunaan Dana Zakat Rumah Miskin Tasikmalaya antara Idhar dan Nahdlatul Ulama. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  4. Jajang A. Rohmana. (2018). Print Culture and Local Islamic Identity in West Java: Qur’anic Commentaries in Sundanese Islamic Magazines (1930–2015). Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *